10 Juni 2009

Semua Sifat Berguna

Semua Sifat Berguna


Seorang pemuda merasa menyesali diri. Dia berpikir dirinya memiliki banyak kekurangan. Banyak sifat yang dimilikinya adalah kekurangan. Suatu hari dia bertemu seorang pedagang. Pedagang itu menawarkan bantuan agar pemuda itu meneruskan usaha Si Pedagang, tapi Si Pemuda menolaknya. Alasannya sederhana yaitu malas. Pedagang itu memberikan barang dagangannya kepada orang lain dan ternyata orang itu bangkrut. Pemuda itu sedikit bersyukur karena bukan dia yang mengalaminya.

Pemuda ini juga senang membanggakan diri. Setahan-tahannya dia, tetap tidak kuat untuk tidak menyombongkan diri. Dari kesombongannya, dia mendapat banyak orang yang mengenalnya. Pemuda ini juga tidak sabaran. Setiap kali melakukan sesuatu dia jarang menyelesaikannya. Hal ini membuatnya mengetahui banyak hal. Sayangnya dia tidak menyadarinya.

Pemuda ini belum tahu apa yang namanya mengenal diri dan mensyukuri apa yang dimilikinya. Sering dia duduk termenung dan berpikir, mengapa dia memiliki banyak kelemahan. Dia sering berpikir negatif tanpa melihat sisi positif dari apa yang dimiliki.

Suatu hari ada orang bijak datang ke tempat Si Pemuda. Tentu saja pemuda ini menanyakan masalahnya pada orang bijak itu. Orang bijak itu memberitahu Si Pemuda bahwa tiada sifat yang buruk. Sifat buruk hanya terlihat di sisi negatif. Sebaliknya bila dilihat dari sisi positif sifat buruk akan menjadi sifat baik.

Pemuda ini mencoba untuk melihat dari sisi positif. Ternyata sifat malas menjauhkan dirinya dari masalah di luar kemampuannya. Sifat sombong mendorongnya untuk bersosialisasi dan belajar. Sifat tidak sabar membuatnya mengenal banyak ilmu. Tinggal sekarang bagaimana dia memanfaatkannya. Mulai saat itu Si Pemuda mulai belajar memanfaatkan kemampuannya.

Catatan :
Ada anggapan untuk membuang yang tidak berguna. Tapi berbeda dengan anggapan karena tidak ada yang diciptakan untuk tidak berguna. Banyak yang tidak berguna sebenarnya sangat bermanfaat. Tergantung bagaimana mengetahui dan kapan memanfaatkannya.


03 Mei 2009

Syukur

Syukur


Seringkali manusia lupa betapa bahagianya menjadi manusia. Begitu pula yang dialami Roni. Dia lupa betapa bahagianya dia menjadi manusia. Sering dia merasa hidup itu hanya siksaan. Terkadang dia berpikir untuk bunuh diri saja.

Beruntung sekali dia bertemu Joyce. Berbeda dengan Roni, Joyce selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki. Mungkin karena perbedaan sifat itu keduanya bisa dekat. Joyce sering memberi nasihat agar Roni mau mensyukuri apa yang sudah dimiliki, tapi Roni tidak mempedulikan.

Pada suatu saat Roni melihat Joyce kecelakaan. Roni tidak menerima kenyataan itu. Roni merasa seharusnya dia yang mendapatkan musibah itu. Tapi Joyce menerima kecelakaan itu sebagai berkah. Roni merasa bingung mendengarnya.

Joyce menjelaskan kalau segala sesuatu baik itu buruk ataupun baik tentu memiliki tujuan untuk kehidupan kita. Setiap tambahan atau pengurangan tentu ada tujuannya.

Roni yang mendengar hal itu mulai memahami kehidupannya. Akhirnya Roni mulai mencoba menerima setiap kejadian yang dialami dan hal itu membuat Joyce semakin bersyukur.


Nut HOJ

22 April 2009

Stress

Stress

Stress
Pekerjaan memusingkan
Masalah yang datang
Butuh konsentrasi
Butuh pemikiran
Butuh kesabaran

Tenang
Hirup napas dalam-dalam
Semua pasti bisa diatasi
Bantuan akan selalu ada
Selalu ada pendukung

Lihat
Mawas diri
Jangan telantarkan
Walau banyak yang harus dibuat
Tetap harus dikerjakan


Nut HOJ
Rengat, 4 Maret 2009

07 April 2009

Belajar

Belajar

Jangan malas untuk belajar
Setiap saat adalah belajar
Setiap waktu adalah belajar

Menyesal di kemudian hari
Bila tidak belajar hari ini
Walau ada kesempatan
Yang terlihat setiap saat

Tapi kalau selalu dilewatkan
Tentu tidak akan baik
Bahkan akan menjadi tertutup

Tidak baik menunda-nunda
Kesempatan bisa saja lepas
Kalau terlalu lama ditunda

Bersiaplah untuk selalu belajar
Sebab memang sudah ditetapkan
Untuk menerima
Di saat itu


Nut HOJ
Rengat, 14 Nopember 2008

07 Februari 2009

Bertikai

Bertikai

Bertikai tiada henti
Setelah berhenti
Masalah dicari-cari
Tiada rasa damai

Mau bagaimana lagi
Segalanya sudah terjadi
Membuat orang lupa diri
Terlena akan nafsu pribadi

Apa saja bisa jadi penyebab
Penyebab yang penting
Penting tapi dapat diabaikan

Silahkan dinilai sendiri
Mana yang baik
Mana yang buruk
Silahkan pilih sendiri