07 Maret 2010

Kerajaan Durma bagian 7

(Sambungan Kerajaan Durma bagian 7)

Pasukan garis depan berbaris membelah sungai Waqial. Pasukan makhluk gaib mengawal di belakangnya. Selanjutnya pasukan utama yang dipimpin Furlong mengikuti di belakangnya. Sungai Waqial seolah-olah penuh dengan pasukan Durma. Dari tepian sungai masih terdapat pasukan yang siap mendukung serangan. Pasukan yang dipimpin Furlong bergerak dengan gagah berani seolah merasa pasti kemenangan ada di depan mata.

Furlong masih mengatur pasukannya untuk bergerak sesuai strategi. Furlong tidak mau serangannya kali gagal lagi. Furlong mengutus pasukan terbang dari makhluk gaib untuk mengintai pergerakan lawan. Pasukan airnya diperintahkan untuk membuat jebakan air yang dapat menenggelamkan kapal lawan. Persiapan perang terus disiapkan Furlong tanpa henti. Tak heran kalau banyak yang mengagumi kepandaian Furlong dalam mengatur strategi.

Undiq merasa panik. Dari mata-mata yang dikirimnya, Undiq mendengar persekutuan Durma dengan makhluk gaib yang tinggal di dalam sungai Waqial. Iyridit memiliki persekutuan juga dengan makhluk gaib yang tinggal di sungai Waqial, tapi kali ini hampir semua sekutunya berbalik arah. Undiq tahu kalau kali ini dia akan mengalami kekalahan, tapi dengan gagah berani Undiq memutuskan untuk bertempur habis-habisan. Undiq menyerukan kepada pasukannya bahwa pertempuran ini adalah pertempuran terakhir yang dapat menghambat pergerakan pasukan Durma. Tujuannya adalah menyelamatkan negara Iyridit dengan memberikan waktu pasukan bantuan tiba di ibukota. Semangat Undiq mempengaruhi pasukannya dan mereka memutuskan untuk bersama-sama bertarung hingga akhir. Undiq juga menyinggung tentang balas jasa yang harus mereka bayar kepada negara.

Pertempuran sungai Waqiah akan segera dimulai. Pasukan kapal Undiq keluar dari dermaga dengan diiringi dentuman tambur dan teriakan semangat. Kedua pasukan akan bertempur habis-habisan. Saat sebelum tengah hari kedua pasukan sudah bertemu. Furlong merasa kagum dengan semangat tempur pasukan Undiq.

Undiq memiliki spelm pertempuran yang bernama spelm Confuse dan Provoke. Spelm adalah kemampuan sihir yang bisa dipelajari. Semakin tinggi tingkatan sihirnya, semakin sulit dipelajari. Spelm milik Undiq termasuk yang cukup sulit dipelajari, tapi diajari kepada setiap jendral di benteng tempat Undiq berada. Karena itu Furlong sering kesulitan dalam menentukan arah akibat spelm tersebut. Undiq sadar kalau kali ini spelm tersebut dapat dipatahkan oleh makhluk gaib penghuni sungai Waqiah. Karena itu Undiq memerintahkan serangan langsung dengan mengandalkan keahlian bertempur di sungai yang dimiliki pasukan Undiq.

Salah satu kelebihan Undiq adalah sloot Canon. Sloot adalah ilmu serangan jarak jauh. Ilmu ini adalah keahlian khusus dari Undiq. Dengan sloot Canon, Undiq mampu membuat lubang pada kapal lawan. Sloot ini menggunakan banyak tenaga sehingga sangat jarang digunakan oleh Undiq. Tapi dalam serangan kali ini Undiq langsung mengeluarkan ilmunya. Kapal terdepan segera tenggelam terkena serangan Undiq. Serangan ini diikuti serangan utama dari pasukan Undiq.

Furlong segera memerintahkan pasukannya maju mengepung lawan. Pasukan garis depan langsung menghadapi dari depan. Pasukan makhluk gaib disebar ke kiri kanan mengepung pasukan Undiq. Teriakan semangat membahana, membuat suasana pertempuran menjadi ramai. Kapal terdepan segera saling membenturkan diri. Pasukan Furlong berlompatan menuju kapal lawan dan menyerang dengan brutal.

Tembakan meriam dari kapal-kapal meluluhlantakan kapal yang terkena serangannya. Dari dalam benteng ditembakkan meriam-meriam yang menghancurkan lawan. Pasukan Furlong berjumlah sangat banyak sehingga mudah dijadikan sasaran tembak dari dalam benteng. Furlong menyadari hal ini. Furlong memerintahkan pasukan terbang makhluk gaib untuk menerjang masuk ke dalam benteng. Tentu saja benteng tempat pasukan Undiq tidak mau diserang dengan mudah. Mereka melepaskan panah-panah yang menyerang lawan. Furlong juga memerintahkan para penyihir untuk menembakkan sihir untuk menyerang benteng.

Undiq bertempur dengan sangat gagah berani. Dari satu kapal melompat ke kapal lain dan menebas siapapun lawannya. Senjata kampak besarnya membuatnya sangat mudah menebas apapun yang menghalangi termasuk tiang kapal. Saat satu kapal terbantai, Undiq merapal spelm Confuse untuk membuat lawannya bingung. Kemudian Undiq menyerang lawan yang kebingungan. Tidak hanya Undiq yang menyerang dengan gagah berani. Undiq ditemani oleh beberapa jendral lain.

Furlong tahu kalau dalam posisi terdesak, maka lawan akan menyerang dengan kekuatan lebih dari biasanya. Untuk itu Furlong mengarahkan pasukannya untuk menyebar sehingga ada jarak antara kapal yang satu dengan yang lainnya. Secara diam-diam Furlong memberi perintah rahasia kepada peri sungai untuk menjebak lawannya.

(Bersambung)

15 Januari 2010

Kerajaan Durma bagian 6

(Sambungan Kerajaan Durma bagian 6)

Dalam waktu seminggu, Nutalas sudah berada di depan gerbang Yarmir. Pasukan Nutalas sudah berkembang menjadi 3 kali lipat sejak dari benteng Iyridit. Berbagai ras bersatu padu membuat pasukan Nutalas menjadi semakin mengerikan. Tidak ada batasan makhluk gelap ataupun terang. Nutalas mampu merebut hati para makhluk gaib dengan memberikan janji dan juga langsung memberikan wilayah sehingga nama Nutalas segera terangkat karena dapat memenuhi janjinya. Erwina merasa kagum dengan kebijaksanaan Nutalas.

Untuk sementara pasukan Nutalas mendirikan perkemahan sebelum memulai perang besar. Pasukan di Yarmir sangat besar sehingga tidak mudah untuk mengalahkannya. Nutalas juga menunggu pasukan yang dipimpin Furlong dan Saiks untuk memulai serangan bersama. Saiks melewati daerah perbukitan dan menjelajah setiap gua yang ada. Tujuannya adalah mencari benda-benda berharga yang konon dikabarkan banyak berada di gua-gua. Pasukannya menaklukan kota-kota yang dilewati. Karena pasukan Iyridit sudah menarik diri ke Yarmir, maka Saiks tidak mengalami kesulitan dalam menaklukan kota-kota yang dilewatinya. Bahkan Saiks dapat menangkap makhluk-makhluk gaib dan mengajaknya untuk bergabung ke dalam pasukannya.

Pencarian Saiks tidak sia-sia. Selama perjalanan ke Yarmir, Saiks mendapatkan belasan senjata gaib yang tersimpan lama di gua. Saiks juga mendapatkan beberapa buku-buku berharga. Dengan bergerak cepat, akhirnya Saiks tiba di Yarmir untuk menyatukan kekuatan dengan pasukan Nutalas.

Furlong menempuh perjalanan yang lebih sulit. Ada sungai besar yang harus dilaluinya. Pasukan Iyridit memang telah menarik diri tapi bukan berarti tanpa perlawanan. Dengan kemampuan bertarung di atas kapal yang minim, pasukan Furlong mengalami hambatan. Pasukan Iyridit yang menjaga wilayah sungai bernama Undiq Harala, seorang ahli perang kapal laut. Undiq membangun pasukan kapal yang terkenal tangguh dan tidak mudah dilewati. Jebakan kapalnya membuat kapal-kapal Durma harus berbalik arah. Selain dengan menggunakan kekuatan, Undiq juga menggunakan siasat membingungkan arah. Undiq sering melakukan penyerangan dari berbagai arah sehingga Furlong sering tertipu mengenai letak pasukan utama Undiq.

Sudah tiga hari Furlong menyerang dengan sia-sia. Padahal kekuatan pasukannya lebih besar dari pasukan Undiq. Furlong memutuskan untuk berkeliling sambil berpikir di tepian sungai untuk mencari orang yang mampu mengalahkan pasukan Iyridit. Furlong merasa tidak dapat mengalahkannya dengan strategi yang dia ketahui selama ini. Saat Furlong sedang berkeliling, Furlong melihat ada pasukan peri yang sedang bermain air di sungai. Awalnya Furlong menganggap hal itu biasa karena pasukannya sepertinya merasa bosan karena setiap penyerangan selalu gagal. Tapi setelah mengamati lebih lanjut, Furlong melihat peri itu sedang bermain dengan peri lain. Peri yang diajak bermain itu adalah peri air. Furlong merasa mendapatkan ide untuk mengalahkan pasukan Iyridit dengan bantuan peri air.

Furlong menghampiri peri-peri yang sedang bermain itu. Setelah berkenalan dengan peri air, maka Furlong meminta bantuan peri air untuk mengalahkan pasukan Iyridit. Awalnya peri air itu menolak karena merasa tidak mau terlibat dalam peperangan. Furlong mencoba membujuk dengan memberikan alasan kalau kerajaan Durma akan memperhatikan semua makhluk gaib dan mencoba melindunginya. Buktinya sudah banyak makhluk gaib yang bergabung dengan pasukan Durma. Peri air itu akhirnya melunak dan mau membantu. Kekuatan peri air memang tidak banyak membantu, tapi pasukan makhluk gaib yang ada di sungai tentu akan sangat berperan besar. Furlong meminta bantuan peri air untuk mempertemukannya dengan makhluk-makhluk gaib yang ada di sungai Waqial yang menghambat perjalanan pasukan Durma.

Malam harinya diadakan pesta kecil menyambut beberapa pimpinan makhluk gaib yang ada di sungai Waqial. Furlong menyatakan permintaan bantuannya untuk mengalahkan pasukan Iyridit yang dipimpin Undiq. Setelah menjanjikan untuk memberikan perlindungan wilayah, akhirnya para makhluk gaib penghuni sungai Waqial mau membantu. Bahkan ada pasukan yang akan menyertai pasukan Durma selama pertempuran memperluas wilayah Durma. Furlong memang tidak mau berhenti bertempur setelah mengalahkan negara Iyridit. Ambisinya untuk memperluas wilayah Durma masih menggebu-gebu. Setelah mendapatkan persetujuan dari para makhluk gaib, pestapun dilanjutkan hingga pagi.

Rencana serangan akan dilakukan keesokan harinya. Furlong terlihat tidak pernah istirahat. Walau setelah berpesta semalaman, Furlong hanya tidur sebentar. Selanjutnya Furlong mempersiapkan pasukannya untuk pertempuran besar yang akan dilakukan keesokan harinya. Tujuannya jelas, serangan kali ini akan langsung menembus pertahanan Iyridit dan mengambil alih benteng yang berada di seberang sungai Waqial tempat Undiq bertahan. Kali ini Furlong berharap dengan bantuan makhluk sungai, maka tidak akan ada salah arah lagi.

(Bersambung)

25 Desember 2009

Kerajaan Durma bagian 5

(Sambungan Kerajaan Durma bagian 5)

Agasha merasa heran dengan perintah dari Nutalas. Agasha diperintahkan mengirim pesan tanpa alamat yang jelas. Tujuannya adalah gua di dalam hutan Geaet. Agasha tidak tahu siapa yang akan ditemuinya. Hanya saja dia diperintahkan untuk menemui raja Gadawan. Agasha merasa heran mengapa ada raja di tengah hutan. Tapi Agasha percaya penuh pada Nutalas sehingga menyanggupinya.

Hutan Geaet merupakan hutan yang lebat. Cahaya matahari hampir tidak dapat memasuki hutan itu. Dengan kemampuannya yang berdarah campuran, Agasha dapat bergerak cepat walau tanpa pencahayaan yang bagus. Suasana hutan yang terkesan misterius membuat Agasha merasa takut dan ingin secepatnya menyelesaikan tugasnya. Agasha kesulitan menemukan gua yang dimaksud. Di dalam hutan itu terdapat banyak gua sehingga Agasha berulang kali keluar masuk gua untuk mencari dimana orang yang dicarinya. Setelah berkeliling seharian, Agasha melihat sebuah danau.

Karena merasa lelah, Agasha beristirahat di tepi danau. Agasha mengamati sekeliling danau itu. Pemandangan yang menyejukkan hati tapi terasa misterius. Seolah-olah ada aura aneh yang mengisi hutan itu. Agasha berpikir sendiri apakah perang akan merusak hutan yang indah ini. Setelah merasa cukup beristirahat, Agasha mulai mencari lagi gua yang hendak dicari.

Erwina merasa bingung dengan pergerakan cepat yang disarankan oleh Furlong. Erwina tidak begitu paham tentang strategi perang, tapi sepertinya gerakan ini bukanlah sebuah strategi. Karena merasa penasaran, Erwina bertanya kepada Furlong.

“Tuan Furlong. Mengapa kita harus berangkat pagi-pagi? Bukankah masih ada waktu untuk beristirahat di Hadfas?”, Erwina.
“Putri harus tahu kalau penyerbuan kita tidak disetujui oleh ayah putri. Karena ada kabar kedatangan saudara putri yang menginginkan pasukan dibubarkan, maka terpaksa kita harus bergerak cepat juga. Kita akan berusaha menguasai sebanyak mungkin negara dan kerajaan sebelum saudara putri dapat menemui kita.”, Furlong.
“Oh begitu. Apa tujuanmu menguasai negara dan kerajaan lain?”, Erwina.
“Tujuanku adalah membesarkan negara Durma. Tidak ada niatku yang lain selain nama besar Durma dapat terangkat di seluruh Landart.”, Furlong.

Erwina sangat menyukai pandangan Furlong terhadap kerajaannya. Erwina membiarkan kebijakan perang tetap dipegang oleh Furlong karena Erwina tidak mengerti tentang perang. Tujuan serangan kali ini adalah negara Iyridit. Iyridit berada di sebelah kerajaan Qasaha. Iyridit memiliki wilayah yang cukup luas dengan pasukan yang tersebar ke semua wilayahnya. Karena Durma mau melakukan perluasan wilayah, Iyridit sudah memerintahkan sebagian wilayahnya untuk mengurangi penjagaan di perbatasan yang jauh dari Durma.

Serangan Durma sungguh mengejutkan negara Iyridit. Pemimpin Iyridit mengira Durma akan menyerang Qasaha dahulu sehingga terlambat mengirimkan pesan penarikan pasukan. Sebelum pasukan Iyridit dari wilayah lain sampai di perbatasan Durma, pasukan Durma sudah berada di depan mata. Nutalas langsung memimpin pasukan ke garis depan. Setelah mengirimkan utusan agar kerajaan Iyridit menyerah dan tidak ditanggapi, Nutalas segera memulai serangan.
Garis depan Iyridit merupakan benteng yang lumayan kokoh. Dengan pasukan panah api, benteng itu dengan cepat terbakar. Kayu yang dipakai untuk pintu segera lenyap dilalap api. Setelah kehilangan pintu masuk, pasukan tempur dengan pakaian berat segera bergerak maju. Sedangkan pasukan panah menghujani benteng Iyridit dari jauh. Pasukan panah dari pasukan elves sungguh menakutkan. Walau hanya menggunakan panah kayu, tapi jangkauannya sanggup mencapai bagian atas benteng dengan keakuratan tinggi. Sementara pasukan raksasa melontarkan batu-batu berukuran besar menghancurkan dinding benteng. Benteng Iyridit sepertinya akan segera direbut dengan mudah oleh pasukan Durma.

Hanya dalam 3 jam, benteng Iyridit sudah berhasil dikuasai. Setelah berhasil menguasai benteng Iyridit, pasukan Durma bergerak menyebar ke tiga arah. Tujuannya adalah kota Yarmir, ibukota negara Iyridit. Selama perjalanan menuju ibukota Iyridit, pasukan Durma meluluhlantakan kota-kota yang melawan. Negara Iyridit sendiri sudah menarik pasukannya untuk berkumpul di ibukota dengan harapan dapat melawan pasukan Durma di ibukota sehingga di kota-kota lain tidak memiliki pasukan yang cukup untuk menahan Durma.

Durma merekrut kota-kota yang telah dikalahkan untuk menjadi pasukannya sehingga bukannya semakin melemah tetapi malah semakin kuat. Nutalas memiliki kewibawaan yang dapat membuat taklukkannya dapat ditundukkan dengan sepenuh hati. Pasukan utama Durma langsung menuju kota Yarmir secara langsung, sedangkan dua arah lainnya mengambil jalan berputar sehingga agak lambat mencapai kota Yarmir. Dua arah lainnya masing-masing dipimpin oleh Furlong dan Saiks. Sementara Erwina ikut dengan pasukan utama bersama Nutalas. Nutalas juga mengirimkan utusan-utusan ke daerah tersembunyi yang dihuni makhluk-makhluk gaib untuk bergabung dengannya.

(Bersambung)

30 November 2009

Kerajaan Durma Bagian 4

(Sambungan Kerajaan Durma bagian 4)

Kamiren berpisah dari orangtuanya ketika mendengar berita tentang takluknya kerajaan Hadfas kepada kerajaan Durma. Kamiren ingin mengetahui lebih jelas tentang tidak jadinya peperangan. Seandainya berita itu benar, maka Kamiren ingin agar keluarganya kembali ke Hadfas. Keesokan harinya, Kamiren sudah tiba di kerajaan Hadfas. Kamiren melihat rombongan pasukan dari Durma berbaris rapih memasuki ibukota Hadfas. Putri Erwina ditandu dan dikawal dengan pasukan yang terlihat kuat. Di dekat Putri Erwina terlihat beberapa tokoh utama dalam peperangan itu. Mereka adalah Saiks, Nutalas, dan Furlong. Kamiren mencari informasi terbaru dan memang benar Hadfas sudah menyatakan diri takluk. Bahkan kini pasukan Hadfas telas bersiap untuk membantu pasukan Durma untuk penyerbuan berikutnya.

Kerajaan berikutnya yang akan menjadi incaran adalah kerajaan Qasaha. Sebuah kerajaan kecil tapi kaya akan bahan tambang. Persenjataan Qasaha merupakan salah satu yang terkuat. Qasaha mampu membeli persenjataan muktahir berkat kekayaan alamnya. Furlong ingin menaklukan kerajaan itu dan memanfaatkan kekayaan alam di Qasaha untuk kemakmuran Durma. Sementara itu Hadfas dipilih karena merupakan negara yang lemah pasukannya. Hadfas juga memiliki lokasi yang lebih strategis dari Durma. Hadfas memiliki jalur langsung ke beberapa negara.
Kamiren tidak ingin terlibat dalam pertempuran, karena itu dia segera kembali ke tempat keluarganya berada. Keluarga Kamiren berada di negara Kiuran. Negara yang kabarnya memiliki banyak gunung sehingga sangat sulit untuk diserang. Negara Kiuran berbatasan langsung dengan Hadfas. Keluarga Kamiren memilih untuk mengungsi ke Kiuran karena melihat lokasi negara Kiuran yang strategis. Bahkan kabarnya Kerajaan Durma juga enggan menyerang Kiuran. Kamiren segera bergegas kembali ke Kiuran untuk menjemput keluarganya untuk kembali ke Hadfas. Kamiren menilai Hadfas sudah dalam keadaan aman sehingga tidak ada salahnya untuk kembali.

Setiba Kamiren di perbatasan, Kamiren dicegat pasukan Kiuran. Rupanya setelah berita takluknya Hadfas ke Durma, negara Kiuran menutup perbatasan. Kamiren yang ingin berjumpa keluarganya juga ditolak. Kamiren merasa bingung bagaimana caranya agar bisa menemui keluarganya dan mengajaknya keluar dari Kiuran. Walau dengan berbagai alasan, tetap saja pasukan Kiuran tidak mengijinkan Kamiren masuk ke dalam. Dengan terpaksa Kamiren berputar arah. Kamiren tidak tahu apa yang harus dilakukan sehingga akhirnya Kamiren kembali ke rumahnya di Hadfas.
Sepertinya tidak hanya Kiuran yang menerapkan penutupan perbatasan. Negara-negara lain juga menutup perbatasan dan membangun suatu kesepakatan bersama untuk menghancurkan Durma. Beberapa negara besar merasa menyesal tidak menghancurkan Durma dari dulu, padahal Durma itu dulunya tidak memiliki pasukan tempur yang kuat. Tapi masih ada kerajaan-kerajaan yang berdiam diri karena takut bermusuhan dengan Durma. Bahkan ada yang sudah mulai bersiap-siap untuk takluk apabila pasukan Durma sudah dekat.

Kerajaan Qasaha sudah mulai mengumpulkan pasukan. Tidak hanya pasukan manusia, para penyihir Qasaha juga mulai merapal spelm untuk membangun pasukan manusia buatan dengan berbagai elemen. Dengan adanya bahan tambang yang banyak, tidak heran pasukan golem yang dibuat dapat terbentuk dengan cepat. Kekayaan Qasaha juga berhasil mengajak pasukan bayaran yang banyak beredar di Landart. Sepertinya pertempuran kali ini tidak akan semudah Hadfas. Qasaha sudah pasti akan bertarung habis-habisan melawan Durma.

Sementara itu utusan yang dikirim oleh putri Erwina sudah sampai ke Radfort. Raja Ghovery VII sangat marah dengan serangan yang dilakukan terhadap Hadfas. Dengan cepat Raja Ghovery VII memerintahkan kedua anaknya untuk ke Hadfas. Mereka ditugaskan untuk menghentikan peperangan yang sedang dilakukan oleh Erwina. Tentu saja nama Erwina dikaitkan karena sekarang yang dijadikan pimpinan peperangan adalah Erwina. Ghovery VIII dan Gilbert diutus untuk menemui Erwina di Hadfas.

Ghovery VIII dan Gilbert segera mengumpulkan pasukan khusus untuk segera berangkat ke Hadfas. Di hati Ghovery VIII ada ketakutan Erwina akan menggulingkan kerajaannya sendiri sehingga dia tidak dapat menjadi raja berikutnya. Sementara pikiran Gilbert berbeda. Gilbert merasa kuatir akan keselamatan Erwina karena Erwina berada langsung di medan pertempuran. Rupa-rupanya diantara pasukan khusus terdapat tiga orang penyusup yang tidak diharapkan. Mereka adalah Kalina, Judaka, dan Rupert. Ketiganya berhasil ikut dengan mengatakan kalau ayah mereka telah mengijinkan mereka untuk ikut serta.
Ketiga remaja itu berada di belakang pasukan dengan alasan mengawal, padahal mereka takut ayah mereka mengetahui keberadaan mereka. Judaka dan Rupert sangat mudah menyamar menjadi salah satu anggota pasukan. Sedangkan Kalina harus bersusah payah mencari pakaian perang yang sesuai dengannya karena dia adalah seorang wanita. Judaka dan Rupert selalu berusaha menyembunyikan Kalina agar tidak terlihat terlalu terlihat.

Perjalanan ke Hadfas hanya membutuhkan sekitar 3 hari perjalanan. Dengan pasukan berkuda, Ghovery VIII dapat sampai sesuai rencana. Tapi kota Hadfas sudah tidak ada pasukan lagi. Di sana sudah menjadi kota biasa. Ghovery VIII bertanya kepada penduduk setempat, tapi tidak ada yang tahu kemana pasukan Erwina pergi. Setahu penduduk setempat, pasukan Erwina sudah berangkat dari kemarin. Ujung pasukannya yang terlihat tadi pagi sudah tidak terlihat lagi siang harinya. Ghovery VIII kagum sekaligus kuatir dengan banyaknya pasukan Erwina yang dapat bergerak cepat. Setelah Ghovery bertanya ke arah mana perginya pasukan Erwina, Ghovery VIII memimpin pasukannya untuk mengejar pasukan Erwina.

(Bersambung)

16 November 2009

Kerajaan Durma Bagian 3

(Sambungan Kerajaan Durma bagian 3)

Perang memang tidak dapat dihindari lagi. Kerajaan Hadfas yang dipimpin oleh Raja Jadar V juga mulai menyiapkan pasukan. Raja Jadar V juga mengirimkan utusan kepada kerajaan Durma untuk menarik mundur pasukan yang sudah siap tempur di Jaras. Tapi sepertinya utusan itu tidak membawa hasil yang baik, karena selalu tidak ada jawaban. Tentu saja Furlong selalu mencegah utusan itu sampai ke raja Durma dan selama ini selalu berhasil dengan baik.

Berdasarkan rencana penyerangan, serangan akan dimulai dalam 3 hari ke depan. Raja Jadar V menjadi sangat takut dan meminta sekutu-sekutunya untuk datang membantu mengirimkan pasukan. Kekuatan di Jaras bukanlah kekuatan biasa. Di sana berkumpul banyak makhluk gaib dan juga senjata yang canggih.

Kerajaan Hadfas bukanlah kerajaan yang besar, sehingga pasukan yang dimiliki juga tidak terlalu besar. Bila dibanding dengan pasukan di Jaras, kerajaan Hadfas hanya akan menjadi ajang pembantaian. Tentu saja hal ini juga menjadi pertimbangan kerajaan lain untuk membantu. Kerajaan lain juga memperkuat diri untuk bersiap menghadapi serangan kerajaan Durma yang dapat dipastikan akan melanjutkan serangan. Akibatnya kerajaan Hadfas tidak mendapatkan bantuan dan hal ini membuat kerajaan menjadi panik. Banyak rakyat Hadfas melarikan diri sebelum adanya serangan. Bahkan menurut kabar keluarga Raja Jadar V juga sudah mengungsi dan hal ini membuat penduduk semakin takut. Pasukan kerajaan Hadfas juga gemetar mendengar kekuatan di Jaras.

Siasat menghancurkan moral musuh ternyata berhasil dilakukan oleh Nutalas. Strategi ini merupakan petunjuk dari Furlong yang sudah mempelajari berbagai macam strategi. Furlong memang ahli strategi yang handal dan memiliki banyak siasat pertempuran. Kabarnya serangan akan dimulai setelah Furlong tiba di Jaras. Nutalas memang tidak memiliki kemampuan berstrategi, tapi banyak teman-temannya yang mendukungnya. Sepertinya Nutalas dikagumi karena semangat dan kemampuannya membela diri. Ilmu beladiri yang dimiliki Nutalas hanyalah ilmu kasar yang biasa digunakan untuk berkelahi jalanan, tapi dengan semangatnya yang tinggi, Nutalas mampu menjadi tak terkalahkan. Nutalas juga memiliki sifat dekat dengan siapa saja. Mungkin karena kedekatannya itu maka Nutalas diakui sebagai pimpinan benteng di Jaras.

Kamiren salah seorang penduduk Hadfas sudah ikut mengungsi. Pada awalnya Kamiren tidak mau pergi dari kota kelahirannya, tapi orangtuanya memaksanya. Kamiren adalah salah seorang ras campuran. Kamiren juga sudah mendengar berita akan adanya penyerbuan ke negaranya. Kamiren ingin membantu tapi karena rasa baktinya terhadap orangtua, akhirnya Kamiren ikut mengungsi ke negara tetangga.

Menunggu selama tiga hari merupakan siksaan bagi kerajaan Hadfas. Ketakutan dan teror menghantui seluruh prajurit. Satu hari sebelum serangan, datanglah pembawa pesan dari Nutalas. Isinya menginginkan agar kerajaan Hadfas tunduk pada kerajaan Durma dan harus mengakui wilayahnya masuk ke dalam kerajaan Durma. Selain membawa pesan, pembawa pesan itu juga memata-matai keadaan di kerajaan Hadfas. Pembawa pesan itu bernama Agasha. Seorang berdarah campuran yang memiliki kemampuan berlari cepat dan berpikir cepat. Agasha tertawa dalam hati melihat pasukan di Hadfas sudah merasa takut.

Agasha disambut dengan ramah di istana Hadfas. Agasha bersikap lembut dan menyampaikan pesan yang dikirim oleh Nutalas. Raja Jadar V ternyata masih berada di dalam istana dengan sikap tenang. Agasha sendiri merasa kagum dengan ketenangan sikap raja Jadar V. Raja Jadar V tidak mau menyerah begitu saja, tapi demi memikirkan kondisinya yang terdesak, mau tidak mau Raja Jadar V merasa tunduk. Raja Jadar V mau menyerah dengan syarat kerajaannya tetap memiliki kewenangan sendiri untuk mengurus diri sendiri. Kerajaan Hadfas akan menjadi wilayah kerajaan Durma. Raja Jadar V juga meminta agar rakyatnya diperlakukan sama seperti penduduk kerajaan Durma yang lain. Agasha tersenyum mendengar permintaan Raja Jadar V. Sepertinya perang tidak akan terjadi keesokan hari. Setelah menerima surat balasan tentang permintaan Raja Jadar V, Agasha segera kembali untuk memberikan kabar itu.

Nutalas menerima pesan dari Agasha tentang takluknya Raja Jadar V. Setelah berkonsultasi dengan Furlong, akhirnya Nutalas memutuskan untuk menerima permohonan dari Raja Jadar V. Nutalas juga mengundang putri Erwina dalam memutuskan penaklukan kerajaan Hadfas. Putri Erwina hanya mendengarkan apa yang dibicarakan dan tidak memberikan pendapat. Putri Erwina sendiri merasa kagum karena tanpa berperang, ternyata kerajaan Hadfas sudah bisa ditundukkan. Sepertinya diplomasi dengan menunjukkan kekuatan lebih berguna dibandingkan diplomasi yang selama ini dilakukan oleh ayahnya.

Setelah mengutus kembali pesan menerima penaklukan Hadfas sesuai dengan syarat yang diajukan, maka putri Erwina diajak berunding. Putri Erwina mendapat desakan untuk mengirimkan berita tentang penaklukan Hadfas dan persyaratan dari Hadfas. Sebenarnya Erwina tidak suka didesak, tapi akhirnya Erwina mengalah. Dengan membuat surat yang bertandatangan darinya, Erwina mengutus salah satu petugas pengirim berita ke istana Durma di Radfort. Saiks selalu mendampingi Erwina dan menguatkan hatinya ketika Erwina merasa bimbang, sehingga Erwina sekarang menjadi pemimpin di benteng itu. Nutalas menyatakan tunduk kepada putri Erwina, dan itu membuat Erwina merasa senang. Tentu saja hal itu karena Saiks yang mendukung Erwina untuk menerima tawaran Nutalas yang menyatakan tetap setia kepada Durma asalkan putri Erwina mau mendukungnya.

(Bersambung)